Evolusi Artificial Intelligence dalam Ekosistem Digital

Posted on

Dalam beberapa tahun terakhir, artificial intelligence atau AI telah berkembang menjadi salah satu teknologi paling canggih dalam sejarah teknologi penyatuan mesin dan manusia.

Dulu, artificial intelligence hanya terbatas pada sebuah spekulasi dan cerita fiksi saja. Namun, di era revolusi industri 4.0 sekarang ini, AI tidak lagi terbatas pada laboratorium ilmiah, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Evolusi artificial intelligence dimulai dari mesin pencari, chatbot, hingga robot humanoid yang ada di dunia saat ini merupakan bukti nyata dari berbagai macam produk dan layanan kecerdasan buatan.

Semua produk AI itu tidak hanya berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan kapasitas fungsional industri, tetapi juga telah meningkatkan kondisi kehidupan kita saat ini.

AI adalah prioritas mendesak di era modern. Beberapa organisasi dan institusi pemerintah mengategorikan dan mengidentifikasi cara aman untuk menerapkan AI ke dalam kegiatan sehari-hari mereka dan menggunakan teknologi yang lebih maju untuk mengamankan kelangsungan hidup warganya.

Manfaat Artificial Intelligence di Kehidupan Saat Ini

Pandemi COVID-19 yang tengah melanda dunia sejak awal 2020 lalu adalah salah satu alasan utama yang mendorong pengadopsi AI semakin masif. Semakin banyak lembaga pemerintah dan perusahaan besar yang berfokus pada kemajuan digital, sehingga penerapan aplikasi kecerdasan buatan muncul sebagai faktor utama untuk mendorong kemajuan inisiatif ini.

Ketika masyarakat mulai beradaptasi dengan perubahan baru setelah pandemi, semua orang di dunia mengharapkan pemerintah mereka untuk menempatkan inisiatif ‘digital-first‘ sebagai prioritas. AI juga terintegrasi ke dalam sistem untuk mengatasi masalah perubahan iklim, memprediksi prakiraan cuaca oleh organisasi ilmiah, serta memberantas pemborosan makanan, kelaparan global, dan kemiskinan.

Untuk institusi bisnis, artificial intelligence telah memungkinkan optimalisasi operasi perusahaan agar lebih produktif dan efisien. Saat ini, kompetensi seorang pemimpin bisnis tidak hanya terletak pada memprediksi tindakan pesaing selanjutnya, tetapi tetap mengikuti perkembangan inovasi teknologi berikutnya dan bagaimana penerapannya untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Mengintegrasikan AI ke dalam tugas operasional telah membuat eksekutif perusahaan memahami pentingnya pemanfaatan teknologi canggih lainnya seperti analitik bisnis, ilmu data, pembelajaran mesin atau machine learning, dan SaaS, untuk melakukan aktivitas operasional utama dan berkolaborasi di luar batas infrastruktur perusahaan dan ekosistem digital.

Penggerak awal artificial intelligence menyadari pentingnya dan manfaat signifikan AI di era yang didorong oleh big data. Di masa depan, AI dan machine learning dapat secara radikal mengubah cara kita memandang pekerjaan, dengan melengkapi dan meningkatkan keterampilan manusia.

Seluruh lanskap kerja untuk sektor publik dan swasta telah berubah dengan penerapan sistem kognitif yang menggunakan loop umpan balik untuk melakukan tugas yang lebih cerdas. Oleh karena itu, penting bagi semua infrastruktur bisnis dan pemerintah untuk membudayakan pola pikir berbasis teknologi AI dalam organisasi. Mereka juga perlu mendorong dan memberi insentif kepada karyawan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang teknologi yang muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published.